IKaeN.id, MAHULU – Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan bersama Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI dan Tim SGI mengamankan 9 paket narkotika jenis sabu dengan berat total 1,17 gram (bruto) di KM 4 Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur.
Pengungkapan ini berawal dari patroli pengawasan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sekaligus tindak lanjut laporan masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di jalur tersebut.
Setelah melalui pemantauan dan perencanaan sejak Jumat malam (20/2/2026), tim gabungan yang dipimpin oleh Danki SSK IV, Kapten Arm Ali Sabri Timin, S.T.Han., Sabtu (21/10/2026) bergerak melakukan patroli dan ambush di titik yang dicurigai.
Di sebuah pondok di KM 4, aparat mendapati dua pria dengan aktivitas mencurigakan. Penyergapan dilakukan cepat dan terukur. Keduanya terciduk tanpa perlawanan.
Dari lokasi, petugas mengamankan 9 paket sabu seberat total 1,17 gram, satu alat hisap (bong), sendok sabu, serta satu pucuk senapan angin jenis PCP berikut munisi. Turut diamankan dua unit sepeda motor, dua telepon genggam, uang tunai, buku tabungan, kartu ATM, dan sejumlah barang lainnya.
Kedua terduga pelaku berinisial W (33) dan GAH (29) langsung dibawa ke Pos Koki Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan untuk pendataan awal sebelum dikoordinasikan dan diserahkan kepada Polres Mahakam Ulu guna proses hukum lebih lanjut.
Kemudian sekira pukul 15.30 WITA, dilaksanakan penyerahan barang bukti dan pelaku kepada Satresnarkoba Polres Mahulu.
“Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen menjaga wilayah perbatasan dari ancaman narkotika serta melindungi masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba,” ujar Dansatgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan, Letkol Arm Januar Idrus, S.H., M.I.P., dalam keterangan tertulis yang diterima IKaeN.id, Rabu (4/3/2026).
Diketahui, wilayah Long Bagun yang berada di jalur strategis mobilitas darat dan sungai dinilai memiliki potensi kerawanan peredaran narkoba. Karena itu, patroli terpadu, deteksi dini, dan kolaborasi lintas unsur terus ditingkatkan sebagai langkah preventif dan penindakan.
“Keberhasilan ini menegaskan bahwa pengamanan perbatasan tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga menjaga masa depan generasi muda di wilayah terluar Indonesia,” katanya. (**)




