IKaeN.id, MALINAU – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Malinau menggelar pelatihan pembuatan kue nastar dan aneka kue takjil berbahan baku lokal. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tebengang, Rabu (11/3/2026) ini diikuti ratusan peserta.
Ketua TP PKK Kabupaten Malinau Ny. Maylenty Wempi, S.E., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan kegiatan kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Malinau bersama Dekranasda Kabupaten Malinau, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau.
Menurutnya, kegiatan ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat, khususnya para ibu-ibu. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai kurang lebih 300 orang yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Ini menunjukkan semangat dan antusiasme luar biasa dari para ibu-ibu masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas,” ujarnya.
Maylenty juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Malinau atas dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh TP PKK dan Dekranasda.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) yang menjadi fokus kegiatan Pokja II TP PKK, khususnya dalam pengembangan usaha rumah tangga.
Melalui pelatihan pembuatan kue nastar dan aneka takjil tersebut, para peserta didorong untuk lebih kreatif memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia di Kabupaten Malinau. Salah satu contoh yang digunakan adalah nanas lokal Malinau sebagai bahan isian nastar.
Ia menambahkan, pemanfaatan bahan pangan lokal tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Selain untuk konsumsi keluarga, produk olahan ini juga dapat menjadi peluang usaha yang menjangkau pasar lebih luas,” jelasnya.
Maylenty berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber, sehingga keterampilan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengapresiasi narasumber yang telah bersedia berbagi ilmu dan resep pembuatan kue secara gratis kepada para peserta.
“Biasanya untuk mengikuti pelatihan seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun hari ini para peserta bisa belajar secara gratis. Ini tentu menjadi kesempatan yang sangat baik,” ungkapnya.
Ia pun mengajak para ibu-ibu di Kabupaten Malinau untuk tidak ragu memulai usaha, termasuk berjualan kue maupun takjil selama bulan Ramadan.
“Setelah kegiatan ini saya berharap semakin banyak ibu-ibu yang berjualan kue dan takjil. Kami juga siap membantu mempromosikan produk-produk tersebut,” tambahnya.
Pelatihan pembuatan kue nastar dan aneka takjil berbahan baku lokal ini secara resmi dibuka oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi pangan lokal di daerah. (Diskominfo Malinau)


