IKaeN.id, TANJUNG SELOR – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2025 di Tanjung Selor, Jumat (28/11/2025).
Agenda tahunan ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi pengembangan olahraga masyarakat di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Ketua KORMI Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., menjelaskan, rakerprov tidak hanya sekadar agenda rutin, tetapi forum resmi untuk menyelaraskan program kerja antara KORMI provinsi, KORMI kabupaten/kota, serta seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang ada di bawah koordinasi KORMI.
“Ini momentum strategis untuk merumuskan program kerja Tahun 2026, sekaligus menyinkronkan rencana kerja KORMI kabupaten/kota dan Inorga. Hasil rakerprov akan menjadi dasar organisasi untuk bekerja selama setahun ke depan,” ujar Achmad Djufrie.
Dalam rakerprov tersebut, sejumlah program utama menjadi fokus pembahasan. Mulai dari persiapan pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) II Tahun 2026, pemutakhiran database Inorga dan pegiat olahraga, hingga rencana sertifikasi juri dan wasit olahraga tradisional.
Achmad Djufrie juga menyinggung capaian KORMI Kaltara pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun ini, di mana Kaltara berhasil mengoleksi 33 medali, yang terdiri dari 11 emas, 6 perak dan 16 perunggu.
“Alhamdulillah, tahun ini kita menunjukkan potensi luar biasa. Dengan pencapaian itu, kami berharap Pemprov Kaltara dan pemerintah kabupaten/kota dapat memberikan atensi pendanaan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Inorga di Kaltara,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Robby Yuridi Hatman, hadir mewakili Gubernur Kaltara untuk membuka rakerprov.
Pada kesempatan ini, Robby menegaskan dukungan penuh Pemprov Kaltara terhadap pengembangan olahraga masyarakat.
“Sudah pasti Pak Gubernur sangat mendukung. Olahraga menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk memajukan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan,” kata Robby.
Selain meningkatkan kebugaran, olahraga tradisional juga berperan penting dalam mempererat persatuan masyarakat serta memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Makanya pemerintah sangat mendukung, karena ini penting untuk masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (**)





