IKaeN.id, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., membuka secara resmi pelaksanaan retret kepala desa (kades) se-Kabupaten Bulungan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan, 19-23 Juli 2026 di Kantor BKPSDM Kabupaten Bulungan, Senin (20/7/2026).
“Retret kepala desa ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, membangun karakter, mempererat sinergi dan menyamakan persepsi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik,” ujar Bupati Bulungan Syarwani.
Bupati Syarwani mengatakan kegiatan retret ini memang Pemkab Bulungan rencanakan dan dilaksanakan di tahun 2026 melalui DPMD Kabupaten Bulungan dan para kades akan mendapatkan ilmu serta pengalaman dari materi yang disampaikan oleh narasumber.
“Narasumbernya ada dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kejaksaan, kepolisian, TNI dan dari Pemkab Bulungan sendiri ada dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Inspektorat,” katanya.
Adapun materi yang disampaikan, katanya, yaitu memberikan penguatan dan sekaligus mensosialisasikan berbagai macam regulasi terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan desa.
Selain narasumber terkait pemerintahan, hukum dan pengelolaan keuangan, lanjut Syarwani, ada juga narasumber dari mitra strategis pembangunan daerah untuk menggali potensi yang ada di desa-desa yang ada di Kabupaten Bulungan.
“Jadi dengan adanya mitra-mitra pembangunan sebagai narasumber, maka akan melahirkan inovasi-inovasi baru yang hadir di tengah-tengah desa-desa yang ada di Kabupaten Bulungan dan sejalan dengan visi Kabupaten Bulungan yang Berdaulat, Unggul Melalui Pembangunan Hijau yang Berkelanjutan,” tuturnya.
Menurutnya pelaksanaan retret kades ini penting. Sebab, kata Syarwani, desa merupakan fondasi pembangunan daerah kabupaten Bulungan dan kemajuan Kabupaten Bulungan sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa yang ada di dalamnya.
“Kades memegang peranan yang sangat strategis sebagai pemimpin, pelayan, penggerak pembangunan sekaligus menjaga persatuan dan keharmonisan di wilayah desanya masing-masing,” ujarnya.
Kades, tegasnya, tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi pemerintahan, tapi harus juga memiliki integritas, keteladanan, kemampuan membangun komunikasi, serta kepekaan dalam memahami kebutuhan masyarakat.
Di era yang penuh perubahan saat ini, tambahnya, tantangan pembangunan desa semakin kompleks, pengelolaan keuangan desa harus semakin akuntabel, pelayanan publik harus semakin cepat dan berkualitas, pembangunan harus semakin partisipatif, serta pemanfaatan teknologi informasi harus terus ditingkatkan.
“Melalui kegiatan retret ini kades memperoleh tambahan wawasan memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kemampuan manajerial serta membangun semangat kolaborasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, kata Syarwani lagi, retret ini bukan hanya sekadar kegiatan pelatihan atau pembekalan, tapi menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen kebersamaan dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bulungan.
“Kades tentunya akan membangun komunikasi, saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan dan menciptakan jejaring kerja yang kuat antar desa-desa se-Kabupaten Bulungan dalam retret ini,” tuturnya. (adv)




