IKaeN.id, TANJUNG SELOR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bulungan menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) 2025, Kamis (13/11/2025). Langkah ini sebagai upaya memperkuat fondasi profesi wartawan di Bumi Tenguyun.
Kegiatan pembekalan awal bagi calon anggota PWI untuk menjadi wartawan yang profesional, berintegritas serta memahami kode etik jurnalistik (KEJ) dan AD/ART organisasi ini dibuka Sekretaris Kesbangpol Bulungan, Makromi.
Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid, menjelaskan, kegiatan OKK merupakan pembekalan awal bagi calon anggota PWI sebelum dinyatakan resmi bergabung. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mendalam tentang KEJ, kode perilaku wartawan serta AD/ART organisasi.
“Tujuan utama OKK adalah menciptakan wartawan yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan informasi yang benar serta edukatif bagi masyarakat,” ungkap Rizqil.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme wartawan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis berita, tetapi juga tanggung jawab moral dalam menjaga kepercayaan publik.
“Wartawan harus berpegang teguh pada etika profesi. Kecepatan bukan segalanya, tetapi akurasi dan integritas adalah kunci utama,” tegasnya.
Ketua Panitia OKK, Martinus Nahampur mengatakan, kegiatan OKK diikuti oleh 18 peserta yang berasal dari berbagai media di Bulungan.
“Antusiasme peserta cukup tinggi. Ini menunjukkan semangat wartawan di Bulungan untuk terus belajar dan meningkatkan profesionalismenya,” ujarnya.
Adapun pemateri dalam kegiatan ini antar lain Wakil Ketua Bidang Organisasi, Pendidikan dan Advokasi PWI Bulungan, Dedi Suhendra yang menyampaikan materi pengantar organisasi. Kemudian Penasihat PWI Bulungan sekaligus Dewan Kehormatan PWI Kaltara, Edi Nugroho memberikan pemahaman tentang Undang-Undang (UU) Pokok Pers serta Fathu Rizqil Mufid yang membawakan materi KEJ dan PD/PRT organisasi.
Melalui kegiatan ini, PWI Bulungan berharap para peserta OKK dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah profesi wartawan serta berkontribusi positif dalam menciptakan pers yang sehat dan berimbang di daerah.
“Kami ingin mencetak wartawan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan menjunjung tinggi etika,” pungkasnya. (**)





