IKaeN.id, TANJUNG SELOR – Hasil Musyawarah Cabang (Muscab) ke-9 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Bulungan, bertempat di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, Rabu (24/6/2026) menetapkan Dediyansah secara aklamasi sebagai Ketua Gapensi Bulungan periode 2026-2031.
Dengan hasil muscab ini, Dediyansyah terpilih menggantikan Usni yang telah memimpin Gapensi Bulungan selama dua periode kepengurusan.
Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Gapensi Kaltara, Mohammad Saleh, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab ke-9 Gapensi Bulungan yang berlangsung lancar dan demokratis.
Menurutnya Gapensi bukan organisasi baru di Bulungan, sebab usianya kini sudah mencapai 45 tahun dan organisasi tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Bulungan.
“Dengan terpilihnya nakhoda baru, semoga Gapensi menjadi lebih solid, lebih maju, dan semakin bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Dia juga berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan ide-ide segar dan inovatif yang dapat mendukung percepatan pembangunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga ketua yang baru bisa menciptakan ide-ide baru untuk mendukung pembangunan di daerah. Tentunya juga membantu dalam mencapai pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan Gapensi merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, khususnya dalam sektor penyediaan barang dan jasa serta pelaksanaan konstruksi pembangunan daerah.
“Kehadiran pemerintah hari ini memberikan dukungan dan dukungan kepada organisasi Gapensi. Mudah-mudahan sinergi ini terus bisa kita tingkatkan bersama untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Syarwani berharap muscab tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan gagasan konstruktif yang dapat mendukung arah pembangunan daerah.
“Percepatan pembangunan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, termasuk kontribusi pemikiran serta masukan dari organisasi profesi seperti Gapensi,” katanya. (**)




