IKaeN.id, SINGAPURA — Pembukaan pidato Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam forum internasional Ecosperity Week 2026 berlangsung hangat, personal, sekaligus penuh refleksi mengenai hubungan Indonesia dan Singapura yang terus berkembang lintas generasi.
Di hadapan para pemimpin bisnis global, investor, diplomat, dan pejabat internasional di forum yang digelar 18-21 Mei, Menko AHY membuka pidatonya dengan mengenang masa mudanya saat tinggal di Singapura lebih dari dua dekade lalu.
“Dua puluh tahun lalu saya datang ke kota ini sebagai letnan muda Angkatan Darat yang baru menikah untuk melanjutkan studi di NTU,” ujar AHY, alumnus Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
Ia mengenang Singapura sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup dan pembentukan perspektif kepemimpinannya. Kehidupan sederhana bersama istrinya di Jurong West, pengalaman belajar di NTU, hingga kedisiplinan dan tata kota Singapura disebut memberinya banyak pelajaran berharga mengenai visi pembangunan dan pelayanan publik.
Menko AHY juga menyinggung hubungan panjangnya dengan Chairman Temasek, Teo Chee Hean, yang dinilainya bukan hanya tokoh penting Singapura, tetapi juga sosok yang berkontribusi besar dalam memperkuat hubungan kedua negara.
“Saya mengenal Pak Teo tidak hanya sebagai negarawan yang membantu membangun begitu banyak kemitraan Indonesia dan Singapura, tetapi juga sebagai pribadi,” katanya.
Nuansa emosional semakin terasa ketika Menko AHY mengaitkan undangan berbicara di Ecosperity Week dengan perjalanan panjang hubungan Indonesia–Singapura yang dibangun melalui pendidikan, pelayanan publik, dan kepercayaan antargenerasi.
“Tahun lalu NTU memberikan penghargaan Nanyang Distinguished Alumni Award kepada saya. Saya menerimanya bukan hanya sebagai penghargaan pribadi, tetapi sebagai penghormatan terhadap persahabatan antara Indonesia dan Singapura yang tumbuh melalui pendidikan, pelayanan publik, dan lintas generasi,” ujar AHY.
Sambutan hangat Chairman Temasek Teo Chee Hean kepada Menko AHY di awal forum turut mencerminkan kedekatan personal sekaligus eratnya hubungan kedua negara.
Baginya, hubungan Indonesia dan Singapura kini telah berkembang jauh melampaui kerja sama ekonomi semata. Ia menilai kepercayaan, kolaborasi, dan kesinambungan hubungan antargenerasi menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan Asia ke depan.
“Persahabatan antarnegara dibangun oleh orang-orang yang terus hadir, menjaga kepercayaan, dan tetap bekerja bersama bahkan ketika dunia sedang menghadapi tantangan besar,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Menko AHY yang didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Ronny Hutahayan; serta Staf Khusus Menteri Sigit Raditya dan Herzaky Mahendra Putra, juga menekankan masa depan Asia akan sangat ditentukan oleh kemampuan negara-negara di kawasan dalam membangun kolaborasi yang resilien, terbuka, dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik global. (**)



