IKaeN.id, MALINAU – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malinau menggelar pelatihan Master of Ceremony (MC) dan public speaking di Ruang Tebengang, Kamis (22/10/2026).
Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau atas dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam pengembangan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri masyarakat.
Maylenty mengungkapkan bahwa pelatihan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat sebanyak 356 peserta mendaftar melalui aplikasi Saget.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk belajar, meningkatkan kemampuan diri, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pembangunan daerah bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kapasitas, kepercayaan diri, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk tampil berbicara serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Dia menegaskan, kemampuan public speaking tidak sekadar berbicara di depan umum, tetapi juga menyampaikan gagasan dengan baik, membangun pengaruh positif, serta menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, kemampuan menjadi MC tidak hanya sebatas membacakan susunan acara. Seorang MC juga harus mampu mengatur alur kegiatan, membangun komunikasi dengan audiens, dan menjaga suasana agar acara berjalan lancar.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius, penuh semangat, dan terbuka terhadap proses pembelajaran.
“Jangan takut, jangan malu untuk mencoba, dan jangan merasa rendah diri ketika melihat orang lain lebih mahir daripada kita, karena semuanya membutuhkan proses,” pesannya.
Ia juga memberikan motivasi kepada peserta agar tidak menunggu rasa percaya diri muncul sebelum mulai berbicara. Sebaliknya, kepercayaan diri dapat tumbuh melalui keberanian untuk terus mencoba dan berlatih.
“Jangan menunggu percaya diri untuk mulai berbicara, tetapi mulailah berbicara agar kepercayaan diri itu tumbuh,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maylenty berharap pelatihan ini dapat melahirkan talenta-talenta baru di Kabupaten Malinau yang mampu berkontribusi dalam berbagai kegiatan pemerintahan, organisasi, pendidikan, komunitas, hingga kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat luas.
Ke depan, Dekranasda Kabupaten Malinau mendorong terbentuknya komunitas atau wadah pengembangan bakat public speaking dan MC sebagai tempat belajar, berlatih, berbagi pengalaman, serta melahirkan talenta-talenta unggul daerah.
“Kemampuan komunikasi yang didapatkan, kita harapkan dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan kerajinan, produk lokal, seni, budaya, dan berbagai potensi unggulan Kabupaten Malinau,” ujarnya. (Diskominfo Malinau/AF)


