IKaeN.id, MALINAU – Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan jalan perbatasan Kalimantan yang menghubungkan wilayah Indonesia dengan Malaysia sepanjang sekitar 2.300 kilometer. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2028 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Menteri PU saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Kamis (22/10/2026), dalam kunjungannya ke Kabupaten Malinau untuk meninjau kondisi jalan nasional sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.
Menteri PU mengatakan, kunjungannya dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan jalan perbatasan Kalimantan dapat diselesaikan sesuai target. Dalam peninjauan bersama Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., ia melihat langsung kondisi jalan yang dinilai masih perlu diperlebar agar memenuhi standar dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
“Jalan nasional ini masih kurang lebar. Saya minta agar distandarkan menjadi tujuh meter. Untuk drainase, lebarnya menyesuaikan kondisi lahan, bisa dua meter atau satu meter jika lahannya terbatas,” ujarnya.
Selain pembangunan dan pelebaran jalan, Menteri PU juga menyampaikan komitmen untuk menangani sejumlah titik tebing sungai yang membutuhkan penanganan. Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan serta ketersediaan anggaran.
Terkait progres pembangunan jalan perbatasan, ia menjelaskan bahwa tahap pertama sepanjang sekitar 300 kilometer direncanakan mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Sementara itu, sisa sekitar 2.000 kilometer akan ditindaklanjuti melalui upaya pencarian sumber pendanaan tambahan.
Menteri PU optimistis target penyelesaian pada akhir 2028 dapat tercapai melalui dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, Kementerian Keuangan, TNI, dan pemerintah daerah.
“Insya Allah, kita laksanakan karena ini sudah menjadi arahan Bapak Presiden. Semua pemangku kepentingan harus saling mendukung agar proses pembangunan bisa dipercepat,” tegasnya. (Diskominfo Malinau/AF)



